Dan konspirasi telah menjalar hingga ke minyak gosok. Coba anda saksikan ditelevisi anda,perhatika iklan minyak gosok GPU. "GPU YAHUUUUD" Yahud dimaksud adalah yahudi, dan GPU adalah suatu kehormatan yang puncak dalam bahasa ibrani pelosok atau jika dipakai dalam slogannya manchester united seperti glory glory united. Jadi iklan ini membuat saya begidik dan beguduk ketika sedang duduk dibaduk, kenapa? Karena saya telah sangat bangga terhadap diri saya sendiri. Kenapa? Karena saya telah memecahkan kasus konspirasi yang george washington pernah berkata "sembunyikanlah rahasiamu ditempat umum". Diberi tahukan bahwa GPU adalah minyak gosok ternikmat untuk pijat. Dengan begitu dapat melupakan kita dari hal-hal yang dilakukan oleh zionis. Bahkan ketika yahudi hendak menembak kita,minyak itu tetap membuat kita melayang kenikmatan dalam sensasi pijat. Bayangkan jika kebetulan semua dunia sedang pijat dengan memakai GPU? Ohhhh saya tak sanggup membayangkan dunia yang harus hancur ketika penghuninya sedang asik dipijat... saran saya HANCURKAN GPU... Coba renungkan kawan!!!
Senin, 05 Januari 2015
Rabu, 10 Desember 2014
Jalan braga
Malam ini terasa lain dari malam-malam yang lalu. Dunia seakan lebih lambat, bulan purnama tertutupi oleh awan hitam,kabut tebal menghalangi pandangan beberapa meter didepan. Trenchcoat coklat dan sepatu boot panjang yang hangat menjadi beban langkahku. Suasana sepi makin memburuk ketika anjing kerempeng penuh luka cakaran melangkah persis didepanku.
Suasana hati gundah membuatku menelan ludah beberapa kali. Keringat dingin mengucur deras bersamaan tangan yang sedikit gemetar. Bagaimana tidak, sendirian ditengah malam disudut kota yang kata kabar burung adalah kota para iblis. Pencahayaan yang sangat minim dan tak tahu apa yang ada 10 meter didepanku membuat jalanku melambat dari biasanya. Ku telusuri jalan dengan tembok-tembok bangunan yang penuh dengan gravity merah, mungkin bukan pilok, mungkin darah yang digunakan untuk menuangkan kreatifitas mereka. Tak sampai satu blok didepanku, kumelihat anak perempuan berusia 10tahun mengenakan jaket hitam dan celana jeans belel sedang merapihkan koran baru yang berserakan ditrotoar. Kumendekatinya untuk membantu merapihkan koran. Anak itu mengetahui kedatanganku dan menatapku sayu. Kumelihat beberapa luka yang masih segar disudut bibirnya. Sampai dihadapannya kucoba untuk mengulurkan tanganku ketumpukan koran yang baru dicetak itu, ia mencekram tanganku dan berkata dengan sombong "bukan tugas orang kaya untuk merapihkan koran ini. tugasmu hanya membeli koran,membaca tentang diriku didalamnya, merasa kasihan kepada anak gelandangan, dan menutup jendela mobil ketika anak tersebut meminta uang receh yang berserakan dirumahmu". Kutersentak menahan hinaan anak itu. Kuambil sedikit uang disaku celana dan memberikan kepadanya. Ia mengambilnya dengan kasar, dan pergi menghilang ditelan kabut tebal dibelakangku.
Jalanku semakin lunglai memikirkan kata demi kata yang dilontarkan anak itu. 'Aku sering melakukannya' kataku didalam hati. semakin aku mengatakannya aku semakin menyesal dengan tindakan bodohku selama ini.
Pikiranku buyar seketika, ketika suara tembakan merambat melalui udara. Sekali, dua kali dan tepat didepanku seorang lelaki bertampang rapih memegang pistol desert eagle kaliber 50 dengan senyum puas setelah menembaki kakinya sendiri. Sebelum sempat aku bertanya tentang apa yang ia lakukan, ia menangis dan berkata "apakah kau melihat gadis pembawa koran tadi? Aku yang memukulnya. Dia mengatakan hal yang membuat diriku merasa menyesal dengan perbuatanku selama ini". Aku terperanjat lalu bertanya "apa yang ia katakan padamu?". Darah dibetisnya terus menyembur, pelupuk matanya dipenuhi airmata, ia meringis kesakitan dan berkata "aku berjalan mencari bar disekitar sini sebelum akhirnya kubertemu dengan gadis sialan itu. Aku bertanya padanya 'dimana letak bar disekitar sini'. Ia menjawab dengan nada mengejekku 'semoga Tuhan menyikat sepatumu yang mahal itu. Disini bukan tempat orang kaya pemabuk sepertimu dan bukan tempat orang bodoh yang menghabiskan sisa hidupnya untuk mengisi perutnya dengan minuman berbau kencing, sedangkan orang miskin duduk didepan bar mengharapkan seteguk air' ". Aku bertanya lagi "lalu kenapa kau menembak kakimu sendiri?". Ia menjawab "terkutuklah diriku,pergilah beberapa blok dari sini dan kau akan tahu jawabannya". Aku berlari beberapa blok dari tempat orang kaya yang sedikit gila tadi, lalu kujumpai sahabatku agil sedang bersandar ditembok dengan rokok ditangannya dan menangis. Aku mendatanginya, dan ia berkata "aku memanggilmu kesini untuk melihat itu" sambil menunjuk kearah kerumunan pedagang koran sedang memikul beras dipunggungnya. Aku bertanya pada agil "kenapa gil dengan semua ini?". Agil menghisap tembakaunya dan berkata "mereka sendiri yg menyebarkan bahwa daerah ini adalah daerah iblis, agar orang-orang enggan datang dan tidak mengetahui apa yang mereka lakukan disini. Mereka mengumpulkan uang hasil usahanya dan membaginya kefakir miskin dalam bentuk beras". Aku hanya bisa menggeleng kepala, lalu agil menambahkan "apa yang sudah kita perbuat untuk mereka? Mereka tersenyum gembira, Tuhan tersenyum karena mereka". Aku dan agil bangkit dan berjalan kearah tumpukan karung beras. Mungkin lain kali aku dapat mengangkat karung berasku sendiri ditempat ini.
Ali sajjad, 10 desember 2014. 21.30
Cerpen Kopi sidomukti
Sore hari ku duduk dipelataran rumah didesa, disalah satu kota yang miskin dan kumuh. Pemilik rumah yang bernama agil membawakanku secangkir kopi hitam tanpa gula. Kutatap tumpukan sampah dan mulai menyerutup kopi buatan agil, lalu terlintas diotak ku sepercik keraguan. "Gil, dengan gaya parlente dan wajah berkarisma sepertimu, saya heran mengapa kamu tinggal didesa penuh sampah ini. Setahuku, orang tuamu pengusaha yang cukup dipandang dikota" . Agil meletakan rokok dimulutnya lalu membakarnya. setelah isepan pertama ia membuang asap dan berkata "Coba perhatikan tempat sampah itu li, paling lama setengah jam lagi bakal tau jawabannya sendiri" lalu ia kembali menghisap kelintingan tembakaunya. Sekitar 25 menit yaitu ketika hanya tersisa ampas dicangkirku, seorang anak kecil dan orang tua dengan karung dipunggungnya mulai memilah-milah tumpukan sampah didepan mereka. Sang anak tiba-tiba tersenyum gembira dan berteriak kegirangan. Kumelihat ia mengangkat sehelai baju bekas yang masih terlihat bagus,dan seukuran dengannya. Ku menghela nafas panjang lalu ku bergumam "kasihan anak kecil itu, hanya...". Gumamanku terputus ketika agil memegang pundakku. Aku tersentak melihatnya menangis. Dia membuang rokoknya lalu berkata "bukan itu li yang kumaksud. Aku tinggal disini bukan untuk mengasihani anak itu. Aku kesini hanya ingin belajar dari mereka tentang arti kebahagiaan. Kebahagiaan bukan kemewahan,bukan rumahku,bukan ilmu yang banyak,bukan baju dan mobil yang kugunakan. Ia mengajarkanku arti syukur dan kepuasan. Merasa cukup dan bersyukur atas apa yang kita miliki adalah kebahagiaan. Ia bisa tersenyum hanya dengan mendapatkan baju bekas yang telah menjadi sampah, tapi ayahku bahkan marah ketika kemeja 600ribunya agak sedikit kusut". Air mata membasahi kedua pipiku tanpa bisa berkata apa-apa. Kuambil cangkirku untuk membuat kopi kedua disore hari ini. Tuhan tak sia sia menciptakan kopi untuk mengobrol dengan sahabatku ini. Hmmm... kopi sidomukti mereknya.
9desember 2014. 23:37
Senin, 13 Oktober 2014
ESTETIKA
CERITA DULU DEH...
Lanjut...
Jadi awal masuk perpus gue ngeliat sekeliling gue.Cewek-cewek cakep pada ngeliatin gue. Ke pd an gue naik 100 drajat. Gue jalan sambil kepala tegak lurus menebarkan pesona keindahan gue dan sampailah ketujuan awal, yaitu "kamar mandi". Gue masuk kekamar mandi, dan sekilas waktu gue lari gue ngeliat bayangan gue dicermin. Gue berenti mendadak dan mundur lagi beberapa langkah untuk melihat kedalam cermin, karna gak percaya dengan keadaan ue ngaca sejenak. gue perhatiin muka gue dengan kepala gue yang botak.. anjiirrr.. gue mirip artis neh.. gue mirip artis yang gue tonton filmnya dan gue ngeri sama peran neh aktor.. gue mirip HITMAN.
Disepanjang jalanan UI banyak yang jual bunga mawar. Ada yang warna merah,mawar putih,ada yang biru juga. Temen gue nyeletuk nanya ke gue "li gue baru tau ada mawar biru. Emang ada ya?" . Gue jawab "ya kan diwarnain" . Keluar juga kata kata hikmah neh rejal "anjir indonesia.. bukan ayam aja yang di cat, bunga juga jaaal"
Gue Masuk dengan gak pd dan kepala masih nunduk terus gue naruh bunganya dimeja.. "neh bunga buat ibu".Dosennya jawab dengan jawaban yang gue gak sangka-sangka. "taruhnya ditangan ibu dong". Gue waktu itu sempet kepikiran kalo gue adalah hitman, jadi gue gak brani romantis. Tp gue inget pepatah bang jambrong yang berbunyi "kalo lo gak percaya sama diri lo, gimana orang lain bisa percaya sama lo" ,dan ke pd an gue naik 8000derajat jal. Akhirnya Gue ambil bunganya.. gue agak menjauh... trus gue melangkah dan dengan gaya casanova sang zoro. Berlutut, nyium bunga. Trus gue ngomong "cinta dr lubuk hati terdalam", trus gue lanjutin "tanda cinta adalah getaran. Saya bergetar bu". Anak anak sekelas pada berebut fotoin gue.. Pipi dosennya meraahh... terus senyum senyum dan Gue dkk dimaafkan. Waktu akhir pelajaran dosennya minta dikirimin fotonya sama gue ke WAnya dia. Dan lo tau,, gue maba yang namanya paling diinget sama dia.. bahkan setiap absen nama gue disebutin dengan mesrah dan penuh kasih sayang.. hehehe tamat. (Photo edited by abahcomic.blogspot.com)